Gambar tema oleh MichaelJay. Diberdayakan oleh Blogger.
Selamat Datang di Padepokan Sekarpawitra....Pusat Pelatihan Ilmu Ghoib Instan

JIN DAN PARA NABI

 



SYETAN DALAM PERAHUNYA NABI NUH
IBLIS DATANG MENYAMAR

Ketika Nabi Nuh as telah ( naik perahu )beliau melihat orang tua yang tidak dikenal seraya beliau berkata kepadanya : “Apa tujuan kamu masuk dalam perahu ini ? dia menjawab : “Aku disini untuk mengoda hati sahabat-sahabatmu supaya menjadikan hatinya ikut kami dan badannya ikut kamu “ lalu berkatalah Nuh kepadanya : “Keluarlah engkau wahai musuh Allah” maka berkatalah Iblis : “Lima macam yang akan membinasakan manusia, tiga perkara yang akan aku ceritakan kepadamu sedangkan yang dua tidak saya ceritakan “ Kemudian Allah Swt, mewahyuhkan kepada Nuh as :”Sesungguhnya aku tidak membutuhkan akan tiga perkara yang engkau ceritakan padaku itu”, perintahkan saja dia untuk menceritakan yang dua perkara itu maka berkatalah dia, dengan keduanya itulah akan merusak manusia sedang mereka tidak merasakannya keduanya itu adalah :

1.Hasud, sebab dengan hasud itu menyebabkan aku terlaknat dan terkutuk.
2.Rakus, sebab dengan rakus pula menyebabkan aku untuk memperbolehkan semua nikmat di surga untuk Adam dan menjadikan aku berkeingginan dari padanya kemudian aku menjadikan keluar darinya.

SYETAN DAN NABI MUSA

Iblis menyamar ketika berjumpa nabi musa seraya berkata : “Wahai musa engkaulah yang telah dipilih oleh Allah dengan diberi Risalah-Nya dan pernah juga diajak bicara oleh-Nya, sedangkan aku termasuk ciptaan Allah SWT yang banyak berlumuran dosa sedang aku bermaksud untuk bertaubat maka mohonkanlah safaatku kepada Tuhan Azza Wajalla supaya dia menerima taubatku, lalu Nabi Musa berdo’a kepada Tuhannya maka dikatakanlah : “Wahai Musa sesungguhnya aku telah memutuskan hajatmu itu” lalu bertemu dengan Iblis seraya mengatakan kepadanya : “Sesungguhnya engkau diperintahkan untuk bersujud dikubur Nabi Adam niscaya dia akan menerima taubatmu” maka Iblis menjadi congkak dan marah lalu berkata : “Ia ( Adam )masih hidup saja aku tidak mau bersujud kepadanya, sedang sekarang dia sudah mati, apakah aku disuruh sujud kepadanya” kemudia Iblis berkata : “Wahai musa sesungguhnya kamu berhak mendapatkan safaat dari Tuhanmu maka ingatlah kepadaku kepada tiga perkara yang aku tidak membinasakan padanya :

1.Ingatlah kepadaku ketika engkau marah, sedangkan aku akan hidup dihatimu dan
   mataku berada dikedua matamu akupun bias berjalan diperedaran darahmu.
2.Ingatlah kepadaku ketika engkau menjumpai kelelahan, sesungguhnya aku datang 
   kepada anak Adam ketika ia lelah, kemudian aku mengingatkan kepadanya tentang
   anaknya, istrinya dan keluarganya sehingga ia berpaling.
3.Jauhilah olehmu duduk dengan seorang perempuan yang tanpa disandingi makhromnya
   ( duduk sendirian dengan perempuan ) sebab sesungguhnya aku sebagai utusan 
    kepadamu dan utusanm kepadanya.

SYETAN DAN DZULKIFLI

Telah dikeluarkan oleh Ibnu Abidunya bahwa salah seorang dari Nabi pernah berkata kepada orang yang bersamanya : “Apakah darimu terdapat seorang yang mencukupi aku untuk itu janganlah ia marah niscaya ia akan menjadi kawanku yang sejajar dengan derajatku dan dia akan menjadi kaum sesudahku ? maka berkatalah salah seorang pemuda dari kaum itu : “Saya” kemudian berkatalah salah seorang Nabi tersebut mengulang pernyataanya, lalu pemuda tersebut menjawab : “Saya” dan tatkalah salah seorang Nabi tersebut telah meninggal dunia maka berdirilah salah seorang pemuda tadi dengan menduduki posisinya, maka Iblis datang kepadanya untuk membangkitkan kemarahannya kemudian seorang laki-laki berkata : “Pergilah engkau bersamanya lalu ia datang menceritakan padanya bahwa ia tidak melihat sesuatu apapun lalu ia ( Syetan ) datang lagi kepadanya dan mengutus bersamanya seraya dia berkata : “Saya tidak melihat sesuatu apapun” kemudia dia datang kepadanya dan mengambil dengan tangannya maka lepas darinya, maka yang demikian itulah Dzulkifli karena ia mampu menahan untuk tidak marah.

SYETAN DAN NABI ISA
Makhul Abu Ustman berkata : “Pada suatu kali Nabi Isa di puncak gunung , lalu Iblis datang kepadanya seraya berkata : “Bukankah engkau percaya dengan qodha dan qodhar” Isa menjawab : “Betul” lalu ia berkata kepada Nabi Isa : “Lompatlah engkau dari tempat yang tinggi ini niscaya tidak akan menimpa sesuatu padamu hanya atas seijin Allah tentukan untukmu.Maka berkatalah Isa kepadanya : “Bukankah Tuhan sedang menguji hambanya dan bukankah untuk hambahnya itu terdapat ujian dari Tuhannya ? 

terapi goib
    Padepokan Sekarpawitra

    Mau informasi terbaru
    Silahkan Subscribe dibawah ini